Di India, Admin Grup WhatsApp Bisa Dipenjara Bila Melakukan Hal Ini

Di India, Admin Grup WhatsApp Bisa Dipenjara Bila Melakukan Hal Ini
Jika kamu merupakan admin grup WhatsApp, sepertinya kamu harus membaca artikel ini supaya memikirkan peran mu didalam Admin Grup. 


Baru-baru ini pemerintah Di Distrik Varanasi, Yogeshwar Ram Mishra dan Inspektur Polisi Nitin Tiwari menerapkan Hukuman penjara bagi siapa saja di Grup Whatsapp yang membuat konten sara atau menyinggung orang lain. Imbasnya admin grup tersebut akan terkena Hukuman jika anggota nya melakukan post yang berbau menyinggung.

Seperti dilansir dari Indiatimes, mereka menjelaskan bahwa jika menebar rumor yang tidak benar secara faktual atau informasi yang menyesatkan di Media Sosial bisa dipidanakan karena melanggar Hukum setempat.

Laporan tersebut menambahkan, setiap admin dalam sebuah Grup di sosial media akan bertanggung jawab atas ulah anggota nya yang membuat postingan atau konten tentang sentimen keagamaan. Perintah tersebut menjelaskan, Bahwa kebebasan berekspresi pada media sosial itu penting tetapi kita juga harus bertanggung jawab.


Lebih dari 200 juta pengguna WhatsApp di India dan setiap administrator Grup sosial media harus siap memikul tanggung jawab dari kepemilikan grup tersebut. Admin disarankan untuk menambahkan anggota yang mereka kenal secara pribadi agar menghindari ketidak harmonisan pada Grup tersebut. Jika berada pada situasi itu, Diharapkan admin dapat menghapus anggota nya dari Grup sosial media tersebut.

Di Indonesia sendiri UUD ITE sudah diterapkan dan terbukti ampuh mengatasi berita palsu. Sudah banyak juga Akun yang menebar kebencian di tangkap oleh polisi berkat laporan Warga media sosial.

So, jika kamu melihat sebuah postingan atau rumor beredar di sosial media, jangan segan untuk melaporkan nya ke polisi terdekat karena hal yang berbau sara harus dilaporkan secara legal. Karena hal tersebut mengarahkan pada undang-undang Kejahatan Cyber dan UUD ITE.