Begini Keadaan Dunia Teknologi Di Korea Utara

Begini Keadaan Dunia Teknologi Di Korea Utara

Korea Utara dikenal sebagai negara yang sangat tertutup. Bahkan, mereka sangat takut warganya bisa mengakses internet dan terhubung ke dunia luar. Di zaman yang serba digital ini, hal tersebut memicu pertanyaan, seperti apa sebenarnya keadaan dunia teknologi di Korea Utara?

1. OS Khusus Korea Utara


Di negara ini, satu-satunya sistem operasi yang bisa digunakan oleh masyarakat adalah Pulgunbyol atau OS Red Star. Fitur yang tersedia juga sangat terbatas, begitu pula dengan kompatibilitasnya dengan aplikasi yang tersedia secara global. Karena itu, jangan harap kamu bisa menggunakannya untuk bermain game sekelas Call of Duty ataupun Final Fantasy.

OS Red Star telah banyak dimodifikasi agar terlihat seperti Mac OS X. Bukan rahasia bahwa Kim Jong-Il adalah penggemar dari Mac OS X, memiliki Macbook Pro, yang bahkan Macbook Pro Nya Tinggal Bersama di makam nya di Pyongyang.

2. Internet Terbatas

Warga di Korea Utara hanya boleh terhubung jaringan Intranet besar yang disebut Kwangmyong. Kwangmyong merupakan jaringan internet yang tersedia melalui koneksi dialup dan dapat diakses selama 24 jam. Kwangmyong menyediakan inbox email, informasi berita lokal yang isinya propaganda, dan informasi dari situs web luar Korea Utara yang sebelumnya udah disensor. Kwangmyong juga memberikan akses data kepada tiga tempat penting yaitu Grand Peoples`s Study House (perpustakaan besar Korea Utara), perpustakaan Universitas Kim Il-Sung dan perpustakaan Kim Chaek Universities.

Bagaimana dengan warung internet (warnet) atau cyber cafe? Warnet atau cyber cafe sangan jarang ditemui di Korea Utara. Warnet di Korea Utara hanya menyediakan koneksi ke jaringan Kwangmyong dan tidak ke jaringan internet internasional. Dan kalopun ada itu juga dikontrol ketat oleh Korean Computer Centre sebagai penyedia akses resmi milik negara. Biaya internet di warnet selama sejam membuat warga Korea Utara untuk berpikir ulang, karena harganya sebesar US$ 8,19.

3. Smartphone Adalah Barang Yang Sangat Asing

layanan seluler baru diperkenalkan pada tahun 2002 oleh perusahaan Mesir Orascom dengan jangkauan yang terbatas, tarif mahal dan tidak menyediakan sambungan internasional serta dipantau pemerintah. Sehingga, pada tahun 2007 pemerintah Korea Utara menghukum mati seorang pemakai telepon seluler karena melakukan panggilan internasional ke luar negeri.

Kebanyakan warga Korea Utara yang tinggal di daerah pedesaan tidak akan pernah melihat kecanggihan smartphone. Bahkan jika mereka memegang nya, mereka mungkin tidak akan dapat menggunakannya. Infrastruktur ponsel telah dibangun terutama di Pyongyang dan beberapa kota besar lainnya.

4. Perang Cyber

Korea Utara umumnya tertinggal di dunia teknologi. namun untuk perang cyber korea utara memimpin dunia dalam hal ini.

Di masa lalu, Korea Utara telah menggunakan perang Cyber untuk menyerang militer, kepentingan ekonomi dan media. Pada tahun 2013, hacker melancarkan serangan di Korea selatan, dan menyerang situs-situs Perdana Menteri dan Presiden, serta 11 outlet media dan 131 server. Korea Utara secara luas bertanggung jawab di balik serangan.

Setelah meninggalnya Presiden Kim Jong-Il dan tahta kepemimpinan yang akan diteruskan oleh Kim Jong-Un,maka Jong –Un diprediksi sebagai penerus inovasi IT di Korea Utara.