Home » » Para Hacker Rusia Mulai Mengincar Komputer Pentagon

Para Hacker Rusia Mulai Mengincar Komputer Pentagon

Di Rusia, Twitter menjadi media komunikasi dan juga sebagai alat untuk spionase hacker internasional. Dilansir dari Aol, ia melaporkan bahwa peretas telah mengirim pesan lewat Twitter yang dicampur dengan malware ke 10.000 karyawan departemen pertahanan AS.


Modus nya yaitu, si peretas mengirimkan tautan tentang berita olahraga dan acara piala oscar (yang baru-baru selesai di akhir pekan). ketika diklik, tautan tersebut membawa karyawan pentagon ke server yang mana itu sudah dikendalikan oleh Rusia Dan bahkan si peretas menguasai telepon korban maupun komputer.

Akun-akun bot kini juga menjadi masalah besar di Twitter. pada bulan oktober, analis mendeteksi sebuah jaringan akun zero-follower yang menyamar menjadi remaja untuk meremehkan sentimen pendukung Donald Trump.

Malware dengan media Twitter menjadi perhatian khusus pada masa-masa awal jabatan Trump, Karena ia juga merupakan pengguna Twitter. Tak jarang Presiden AS tersebut sering mencuitkan hal kontroversi yang membuat orang-orang geram dengan ulahnya.


Terlepas dari itu, kita perlu hati-hati dalam memakai media sosial, yang mana kita tau minggu lalu baru saja ada serangan Ransomware Wannacry yang menyebabkan beberapa file komputer terenskripsi, dan metode Phising seperti itu juga perlu kita waspadai karena bukan tidak mungkin data kita bisa diambil begitu saja oleh sang hacker.

9 comments:

  1. Ngeri juga kalau malware yang sangat berbahaya seperti itu bisa menyebar hanya dengan tautan yang judulnya berita viral. Btw, nice info gan.

    ReplyDelete
  2. Wah...dengan ini kita harus lebih waspada... Thanks gan infonya

    ReplyDelete
  3. Bagus artikelnya lebih baik mencegah daripada mengobati artinya kita harus lebih waspada lagi thanks infonya

    ReplyDelete
  4. waduh sangat berbahaya ni walware kalau di biarkan... amerika harus lebih waspada nih

    ReplyDelete
  5. haha lama lama jelas ke perusahaan-perusahaan di indonesia juga ini nih

    ReplyDelete